Rasa peritnya , pilunya dan sepinya dihati ini . Ku rasa keseorangan diri . Keluarga yang sudah lama berantakkan . Kasih sayang ibu dan ayah tidak lagi ku rasai . Setiap hari hanya tengkaran di antara mereka yang melintas . Mana pergi kebahagian keluarga ? Kesemuannya membuat hal masing masing .
Ayah gemar bermain judi . Setiap kali dia kalah dan butuh wang , dia akan minta ibu . Dan jikalau ibu tiada wang atau tidak mahu memberinya , ayah tidak akan teragak agak untuk memukul ibu dihadapan anak anak mereka sendiri . Menjerit jerit tidak tentu pasal , pulang lewat dengan keadaan mabuk dan berjudi . Ku malu dengan jiran rumahku yang tahu perangai ayah yang buruk itu . Dikutuk , dimaki hamun dan dilempar segala tomahan terhadap keluargaku . Ayah membuat kami sekeluarga malu . Adakah itu patut dilakukan dari seorang ayah ? Tidak berkerja , sedangkan duit nafkah tidak mampu dibayar .
Ibu berkerja keras untuk menjaga makan minum sekeluarga . Ku tahu isi hati ibu yang kini amat kecewa dengan perangai ayah . Aku sering melihat airmata ibu mengalir . Tangisan ibu membuat ku nangis tidak berlagu . Aku kasihan dengan nasib ibu yang harus mengorbankan diri untuk membela kami sekeluarga .
Aku sudah beberapa kali menegur sikap mereka berdua . Namun , aku dimarah dan disuruh supaya jangan masuk campur . Kata kata itu betul betul menyakitkan hatiku bagai dihiris sembilu . Tetapi , aku bersyukur mempunyai nenek yang memahami perasaanku . Namun , itu hanya sementara . Dia telah meninggalkan ku . Kini , aku kesepiaan . Bagaimanapun , aku percaya ini adalah ujian dan cobaan yang diberi dari Tuhan . Aku redha . Dugaan dari ilahi akan ku tempuh dengan rela hati . Aku berdoa agar Tuhan akan memberikan ku kekuatan dan satu hari nanti keluarga ini akan menjadi keluarga yang bahagia dan penuh kasih sayang .
Syafiqah Adilah.